Vonis 12 Tahun Penjara untuk Dua Terdakwa Kasus Korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang memvonis Eddy Hermanto dan Syarifuddin, dua dari empat terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya dengan hukuman 12 tahun penjara, Jumat (19/11/2021). Sidang digelar secara virtual diketuai oleh hakim Sahlan Effendi SH MH, bersama empat hakim anggota lainnya. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama dan berkelanjutan, melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Pemberantasan Korupsi.

"Menyatakan kedua terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 12 B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya," ujar hakim ketua, Jumat (19/11/2021). Atas perbuatannya, terdakwa Eddy Hermanto divonis dengan hukuman 12 tahun penjara, denda 500 juta, Subsidair 4 bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 218.000.000, jika dalam satu bulan tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 2 tahun.

Sementara itu untuk terdakwa Syariffudin divonis dengan hukuman, 12 tahun penjara, denda Rp 500 juta, Subsidair 4 bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,6 miliar, yang mana jika dalam satu bulan tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan. Atas putusan tersebut, pada kesempatan yang diberikan majelis hakim, terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin secara langsung menyatakan akan menggunakan hak hukumnya.

"Terima kasih pada mejelis hakim, dan mohon maaf atas semua kekurangan saya dalam sidang. Pada kesempatan ini saya menyatakan banding," ujar Eddy Hermanto. Begitupun dengan terdakwa Syarifuddin. "Saya juga mohon maaf kali ini saya akan menggunakan hak hukum saya pak hakim. Saya juga akan mengajukan banding," ujarnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB, dengan agenda vonis dua terdakwa lainnya, yakni Dwi Kridayani, dan Yudi Arminto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.