Murah Saat Dibeli, Mahal Saat Dijual Lagi? Membaca Nasib Harga Mobil Bekas dari Jepang, China, hingga Listrik

Banyak orang mengira mencari mobil murah cukup dengan membandingkan angka di iklan. Padahal, harga yang Anda bayar hari ini hanyalah separuh cerita. Separuh lainnya adalah berapa nilai mobil itu ketika Anda menjualnya kembali. Dua mobil dengan harga beli sama bisa berakhir dengan selisih puluhan juta rupiah setelah beberapa tahun, tergantung merek dan jenis penggeraknya. Memahami pola penyusutan harga ini akan membuat keputusan Anda jauh lebih tajam.

Penyusutan Itu Nyata, dan Tidak Merata

Menurut data internal OLXmobbi yang dipaparkan pada September 2025, rata-rata depresiasi mobil bermesin bensin atau diesel (ICE) maupun hybrid berkisar 10 hingga 15 persen per tahun. Sementara itu, mobil listrik murni (BEV) mengalami penurunan yang jauh lebih tajam, yakni sekitar 35 hingga 60 persen per tahun. Perbedaan sebesar ini bukan sekadar angka statistik. Ia menentukan apakah mobil Anda masih bernilai atau sudah menjadi beban ketika tiba waktunya dilepas.

Jepang dan China: Selisih yang Bisa Mencapai 30 Persen

Pada Juni 2026, OLXmobbi menyebut mobil bekas merek China bermesin bensin yang sudah masuk pasar tiga hingga lima tahun terakhir mengalami depresiasi sekitar 20 hingga 30 persen lebih besar dibanding mobil Jepang di segmen setara. Contoh yang disebut adalah Toyota Kijang Innova yang nilai jual kembalinya masih relatif stabil dibanding pesaingnya dari China.

Penyebabnya bukan semata soal kualitas. Jaringan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan likuiditas di pasar bekas turut berperan. Mobil yang mudah dijual kembali akan terjaga harganya. Menariknya, pasar bekas merek China saat ini masih didominasi Wuling karena lebih dulu masuk, dan merek lain seperti DFSK mulai bermunculan. Pelaku industri bahkan menilai nilai jual kembali mobil China bisa membaik seiring bertambahnya usia kendaraan dan meluasnya jaringan layanan.

Sisi baiknya, depresiasi yang cepat memungkinkan pembeli mendapat kendaraan berusia relatif muda dengan fitur lengkap pada harga lebih terjangkau dibanding pesaingnya. Jadi, ini bukan soal baik atau buruk, melainkan soal strategi. Bila Anda berniat memakai mobil dalam jangka panjang, selisih harga beli yang lebih rendah justru menguntungkan. Bila Anda sering berganti kendaraan, merek dengan nilai jual stabil biasanya lebih aman.

Mobil Listrik Bekas: Murah, tapi Penuh Catatan

Data awal Maret 2026 menunjukkan mobil listrik yang sudah lama di pasar, seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5, bisa kehilangan sekitar 50 persen nilainya dalam tiga hingga empat tahun. Pada Hyundai Ioniq 5, harga baru yang mendekati Rp800 jutaan membuat penurunannya terasa sangat besar dalam rupiah. Contoh lain yang dipaparkan pada 2025: Ioniq 5 Long Range Signature 2025 yang dijual Rp925,6 juta on the road Jakarta ditawarkan di bursa daring pada kisaran Rp435 juta.

Ada beberapa penyebab. Pertama, mobil listrik baru terus bermunculan dengan harga lebih murah dan teknologi lebih canggih, sehingga unit lama tertekan. Kedua, baterai merupakan komponen termahal, bisa mencapai 40 hingga 50 persen dari harga kendaraan, sehingga penurunan harga baterai langsung berdampak ke nilai mobil. Ketiga, pada sebagian model, garansi baterai bisa hangus ketika unit berpindah tangan. Keempat, sebagian perusahaan pembiayaan belum membuka kredit untuk mobil listrik bekas, sehingga pembelinya terbatas.

Pasarnya pun masih kecil. Iklan mobil listrik bekas di OLXmobbi baru sekitar 1 persen dari total iklan. Pelaku pasar memperkirakan minat akan meningkat dalam tiga hingga lima tahun ke depan seiring harga yang lebih terjangkau dan infrastruktur yang lebih mapan. Untuk sekarang, mobil listrik bekas lebih cocok bagi pembeli yang memang berniat memakainya lama dan sudah paham risikonya. Hybrid, menurut pengamat pasar, cenderung lebih aman dari sisi nilai jual kembali.

Kenapa Mobil Konvensional Tetap Kokoh?

Kestabilan harga mobil bermesin bensin, terutama merek Jepang, bertumpu pada tiga hal: permintaan besar, suku cadang melimpah, dan bengkel di mana-mana. Di pasar bekas, Kijang Innova, Toyota Avanza, Honda HR-V, Toyota Fortuner, dan Honda Brio termasuk yang paling banyak dicari. Faktor lain yang menopang harga adalah pasokan yang menipis. Stok mobil bekas turun sekitar 24 persen pada Januari hingga Mei 2026, sehingga harga relatif stabil dan pelaku industri bahkan tidak menutup kemungkinan akan naik.

Permintaan tertinggi berada di MPV di bawah Rp200 juta, segmen yang kini juga menjadi fokus banyak pelaku usaha mobil bekas. Mobil di rentang ini cenderung cepat laku karena pasar pembelinya paling luas.

Cara Menghitung “Harga Sebenarnya” Sebuah Mobil

Alih-alih hanya melihat harga beli, hitung biaya kepemilikan per tahun dengan rumus sederhana: selisih antara harga beli dan perkiraan harga jual kembali, dibagi lama pemakaian, lalu ditambah biaya pajak, servis, dan asuransi. Mobil yang tampak lebih murah bisa menjadi lebih mahal bila harganya jatuh cepat. Sebaliknya, mobil yang tampak lebih mahal di awal bisa lebih hemat bila nilainya bertahan.

Beberapa pertanyaan praktis yang bisa Anda ajukan sebelum membeli:

  • Seberapa cepat model ini terjual di bursa bekas?
  • Apakah suku cadang dan bengkelnya mudah ditemukan di kota Anda?
  • Apakah kredit untuk model ini tersedia saat Anda menjualnya kelak?
  • Berapa lama Anda berencana memakainya?

Jangan Lupakan Kondisi Unit

Merek dengan nilai jual stabil tetap tidak menolong bila unitnya bermasalah. Bandingkan beberapa unit dengan tahun dan tipe sama, minta catatan servis, cocokkan nomor rangka dan mesin dengan STNK serta BPKB, dan periksa tanda bekas tabrakan atau banjir. Uji jalan sebaiknya mencakup tanjakan dan pengereman. Bila ragu, gunakan inspeksi independen yang biayanya jauh lebih kecil daripada risiko membeli unit bermasalah.

Biaya Administrasi yang Perlu Disiapkan

Bea balik nama kendaraan bekas (BBNKB II) kini Rp0 di seluruh provinsi. Namun, penerbitan STNK Rp200 ribu dan BPKB Rp375 ribu untuk mobil tetap berlaku, ditambah pajak kendaraan beserta opsen. Jika perpindahan melintasi wilayah, siapkan biaya mutasi. Segera balik nama agar data kepemilikan tercatat resmi atas nama Anda.

Penutup

Harga mobil bekas bukan sekadar angka di iklan, melainkan hasil dari pola penyusutan yang berbeda pada tiap jenis kendaraan. Mobil Jepang bermesin bensin cenderung paling stabil, mobil China menawarkan harga beli lebih rendah dengan risiko penyusutan lebih besar, dan mobil listrik masih berada di fase pencarian harga yang wajar. Pilih berdasarkan rencana pemakaian Anda, bukan hanya berdasarkan harga hari ini.

Bagi Anda yang akan menjalani proses jual beli mobil, baik sebagai pembeli maupun penjual, pahami dulu tren penyusutan model yang Anda incar, siapkan dokumen lengkap, dan pilih tempat transaksi yang transparan agar harga yang disepakati benar-benar mencerminkan nilai mobilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *